MA AS Larang Pembatasan COVID-19 di Tempat Ibadah New York
Mahkamah Agung Amerika Serikat sudah larang faksi berkuasa New York berlakukan limitasi COVID-19 pada beberapa tempat beribadah.
sabung ayam online trick bermain curang judi sabung ayam online
Keputusan itu, memungkinkannya timbulnya sanjungan oleh kelompok konvensional AS selaku kemenangan untuk kebebasan berlagakma.
Dalam keputusannya, Mahkamah Agung AS mengatakan beribadah keagamaan tidak semestinya diberlakukan berlainan ddengan perkumpulan sekuler yang dibolehkan, seperti diambil dari AFP, Jumat (27/11/2020).
Hal itu juga jadi keputusan pertama Mahkamah Agung AS semenjak pemilihan Hakim Agung Amy Coney Barrett yang beraliran konvensional.
Awalnya, Gubernur Negara Sisi New York, Andrew Cuomo, sudah memerintah jika cuman 10 orang yang dibolehkan untuk bergabung dalam tempat beribadah di beberapa daerah beresiko tinggi yang diputuskan selaku "zone merah".
Keputusan itu menyikapi dua permintaan - dari Keuskupan Katolik Roma di Brooklyn, dan dua sinagoge di tempat - yang mengakui jika faksinya ditarget dalam limitasi yang direncanakan untuk batasi penebaran Virus Corona COVID-19 di Kota New York.
Selai itu, dalam keputusan 5-4, Mahkamah Agung AS mengatakan cara limitasi itu menyalahi pelindungan kebebasan berlagakma, yang ditata Amandemen Pertama.
Perubahan ini memperlihatkan berat baru pengadilan, dengan 3 orang liberal yang masih ada saat ini kalah jumlah sesudah kematian Hakim Ruth Bader Ginsburg di bulan September.
Mahkamah Agung AS awalnya perkuat limitasi sama dalam tuntutan di Negara Sisi di California dan Nevada.
Masuknya Hakim Agung Barret memperlihatkan berat baru pengadilan, dengan cuman tiga hakim beraliran liberal yang masih ada sekarang ini susul meninggal dunianya Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg pada September 2020.
"Bahkan juga dalam wabah, Konstitusi tidak dapat dikesampingkan dan dilalaikan," begitu pengakuan masalah keputusan Mahkamah Agung AS.
Keputusan itu meneruskan, jika "Limitasi yang dipersoalkan di sini, secara efisien larang beberapa orang mendatangi keagamaan, yang berlawanan dengan agunan kebebasan berlagakma dalam Amandemen Pertama".
Meskipun begitu, keputusan itu tidak berlaku selekasnya sebab limitasi negara sisi sudah dilonggarkan oleh faksi berkuasa New York, berdasar laporan NBC News.
Kenaikan masalah positif COVID membuat beberapa negara sisi dan daerah AS mempererat kembali lagi PSBB, diantaranya dengan batasi kemampuan dan jam operasi restaurant dan aktivitas dalam ruang lain. Ini menggelisahkan aktor usaha, walau sekarang ada keinginan...
